“Mereka (Investor) sudah setuju, sepakat, maka proyek pelabuhan akan segera dibangun, tidak ada tawar-menawar lagi. Kita berikhtiar, tugas saya mulai hari ini mengurus administrasi, dan koordinasi bersama seluruh pihak, Bupati, Menteri, dan lainnya, segera saya urus, tugas Pemerintah Provinsi (Babel),” ujarnya.

Optimisme tinggi digaungkan oleh Gubernur setelah adanya kesepakatan awal hari ini. Ia berharap, dengan adanya pelabuhan ekspor, Belinyu akan menjadi daerah yang maju, dan mengangkat marwah, dan sejarah sebagai daerah industri, sekaligus meningkatkan derajat, serta perekonomian masyarakat.

“Insyaallah tidak ada lagi pengangguran, karena ini akan menjadi pembangunan awal yang akan dilanjutkan dengan pembangunan lain dari potensi yang ada. Doakan Belinyu jadi terkenal dengan adanya pelabuhan ini,” katanya.

Baca Juga  TNI AL dan Tricakti Amankan 981 Kg Timah Balok di Peleburan Puding Besar  

Sementara itu, General Manager PT CCCC First Harbor Engineering Company Ltd, Tan Bin mengungkapkan alasan ketertarikan mereka untuk berinvestasi. Sebagai salah satu perusahaan terbesar di dunia yang bergerak di bidang pembangunan dermaga dan pelabuhan, mereka menilai letak geografis Pulau Bangka berada di antara lalu lintas perdagangan internasional.

“Kedatangan kami untuk melihat persyaratan pembangunan pelabuhan, dan setelah melihat, kami menilai letak Babel strategis. Pembangunan akan segera dilaksanakan, dan bisa lebih cepat jika semuanya (analisa dan data) sudah lengkap. Dari kerja sama bersama Gubernur kami bisa mengundang investor lain ke sini untuk mengembangkan pelabuhan menjadi areal industri,” pungkas Tan Bin melalui penerjemah.

Baca Juga  Parah! Tak Hanya di Belinyu, Dua Sejoli Ini Juga Bobol Kotak Amal di Masjid Ar Ridho Sungailiat