“Sudah kita bahas tadi apa-apa yang jadi masalah tadi. Terdapat beberapa sumber retribusi daerah yang masih bisa dioptimalkan. Ya salah satunya dalam waktu dekat sektor PBB, itu yang diggenjot agar optimal pendapatannya di kemudian hari dan lainnya,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala BP2RD Bangka Barat, Miwani menyampaikan, untuk target PAD tahun ini mencapai Rp. 113,2 miliar lebih. Untuk memenuhi target tersebut pemerintah Kabupaten Bangka Barat bakal membentuk tim.

“Nanti dibentuk tim OPAD atau optimisasi PAD yang melibatkan forkopimda. Yang kita kejar itu (dalam waktu dekat) dari sektor parkir, PBB, Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan,” katanya.

Selain evaluasi realisasi PAD, rapat juga membahas soal Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) di Bangka Barat. Penerapan ETPD ini penting dilakukan dalam pengelolaan pajak dan retribusi daerah sebagai upaya meningkatkan PAD Bangka Barat.

Baca Juga  KONI Apresiasi Keberhasilan SMAN 1 Kelapa di Ajang GYC 2024, DPRD Minta Lakukan Pembinaan