Secangkir Kopi Bersama Jurnalis Mengingatkan Kisah 25 Tahun Silam
Secangkir Kopi Bersama Jurnalis Mengingatkan Kisah 25 Tahun Silam
Oleh: Iyek Aghnia — Penulis yang tinggal di Toboali
Sinar rembulan mulai menaiki langit, saat penulis tiba di Kopi Kite di depan SMPN 1 Toboali. Cahaya rembulan terang menerangi semesta.
Malam kamis (31/7), penulis diundang kawan-kawan yang tergabung dalam sebuah organisasi wartawan untuk bertemu.
“Kite kopdar,” demikian pesan salah seorang jurnalis Toboali dalam pesan percakapan WhatsApp kepada penulis sebelumnya.
Bertemu dengan para jurnalis Toboali yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Cabang Bangka Selatan ditemani segelas kopi dan sepiring ubi goreng, mengingatkan penulis saat masih menjalani profesi itu. Tepatnya sekitar 25 tahun silam. Saat memulai sebagai jurnalis pada sebuah harian Suara Bangka.
Saat itu, tahun 1999/2000, di Toboali baru ada tiga (3) jurnalis. Yakni Rawizar Erer yang akrab disapa Bang Erer yang bekerja sebagai wartawan harian Sumatera Express. Lalu ada Ferdi Hermawan yang merupakan jurnalis Harian Bangka Pos.
