Kinerja Keuangan

Di semester I 2025 Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp4,22 triliun turun 19,0% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp5,21 triliun seiring dengan penurunan volume penjualan logam timah.

Beban pokok pendapatan Perseroan turun 15,6% dari Rp4,00 triliun di semester I 2024 menjadi Rp3,37 triliun di semester I 2025. Perseroan membukukan laba usaha sebesar Rp380 miliar lebih rendah dari semester I 2024 sebesar Rp687 miliar dengan pencapaian EBITDA sebesar Rp838 miliar atau lebih rendah 31% dari semester I 2024 sebesar Rp1,21 triliun.

Perseroan membukukan laba bersih di semester I 2025 sebesar Rp300,07 miliar atau 93% dari target yang sudah ditentukan Perseroan yaitu Rp322,64 miliar.

Nilai aset Perseroan pada semester I 2025 turun 4% menjadi Rp12,33 triliun dari Rp12,80 triliun pada akhir tahun 2024.

Baca Juga  PT Timah Tbk Kembali Bantu Pembangunan Rumah Adat Setana Jering Amantubillah

Sedangkan posisi liabilitas Perseroan sebesar Rp5,03 triliun, turun 6% dibandingkan posisi akhir tahun 2024 sebesar Rp5,35 triliun dikarenakan pembelian kembali seluruh medium term notes. Posisi ekuitas sebesar Rp7,29 triliun mengalami penurunan 2% dibandingkan posisi akhir tahun 2024 sebesar Rp7,45 triliun, dikarenakan adanya pembagian dividen tunai tahun buku 2024 sebesar Rp475 miliar yang telah dibayar pada bulan Juli 2025.

Kinerja keuangan Perseroan mencerminkan kondisi yang sehat dan stabil. Hal ini tercermin dari sejumlah indikator penting, seperti Quick Ratio yang mencapai 63,6%, menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek tanpa bergantung pada persediaan.

Current Ratio yang berada di angka 204,1% memberikan gambaran bahwa perusahaan dalam kondisi keuangan yang aman untuk pemenuhan kewajiban jangka pendek. Dari sisi struktur modal, Debt to Asset Ratio tercatat sebesar 40,8%, dan Debt to Equity Ratio sebesar 69,0%, menandakan bahwa tingkat utang masih berada dalam batas yang aman dan terkendali.

Baca Juga  PT Timah Tbk Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis Melalui Mobil Sehat dalam Bulan Bakti HUT ke-49 di Kundur

Secara keseluruhan, angka-angka ini menunjukkan bahwa Perseroan berada dalam posisi keuangan yang cukup stabil untuk mendukung operasional perusahaan ke depan.

3 “Perseroan terus berupaya mengoptimalkan volume produksi melalui peningkatan sumber daya dan cadangan, penambahan armada produksi dan jumlah tambang, pengamanan wilayah Izin Usaha Pertambangan,serta transformasi proses bisnis agar dapat mencapai target sebagaimana yang telah ditetapkan Perseroan,” ujar Fina Eliani Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT TIMAH Tbk.

Kondisi saat ini dan prospek ke Depan

Harga rata-rata logam timah Cash Settlement Price LME di semester I 2025 sebesar USD32.115,77 per metrik ton, naik 9,6% dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya sebesar USD29.229,16 per metrik ton serta proyeksi harga timah versi Bloomberg di kisaran USD29.000 – 34.000 per metrik ton.

Baca Juga  Penuhi Kebutuhan Pangan, PT Timah Berbagi Paket Sembako untuk Warga Bangka

Perseroan telah menetapkan sasaran pokok tahun 2025 yaitu produksi bijih timah sebesar 21.500 ton Sn, produksi logam timah sebesar 21.545 metrik ton, dan penjualan logam timah sebesar 19.065 metrik ton. Untuk mencapai sasaran pokok tersebut, maka strategi pokok yang akan dilakukan Perseroan adalah (1) Peningkatan pengelolaan cadangan dan sumberdaya; (2) Kepemimpinan pasar, agresivitas produksi dan kinerja operasi; (3) Penguatan hilirisasi serta industrialisasi dengan mendukung ekosistem electric vehicle dan industri energi; (4) Transformasi proses bisnis; (5) Pengembangan Center of Excellence dan optimalisasi portofolio.