BPIP-DPR RI Beri Penguatan Kebajikan Pancasila kepada Relawan di Pangkalpinang
“Disini kita kupas semua tentang Pancasila dengan nara sumber yang luar biasa membuat ketertarikan peserta untuk bertanya dan artinya ketertarikan mereka tentang Pancasila sangat baik sekali,” ujarnya.
Melati berharap kegiatan serupa dapat kembali dilaksanakan di tahun depan agar dapat menyampaikan pesan-pesan tentang nilai-nilai pancasila ke masyarakat, melalui relawan kebajikan meski dengan konsep yang berbeda karena kasus yang sering ciral saat ini seperti bulliying dan intoleransi itu seharusnya tidak terjadi jika kita mengenal Pancasila sebagai bagian dari kehidupan kita.
“Mari kita mengenal Pancasila sebagai tubuh bangsa Indonesia. Ketika kita memahami kehidupan berbangsa akan lebih terarah maka kedamaian akan ada dan kasus seperti bhlliying dan intolerasni tidak akan terjadi,” harap Melati.
Rektor Universitas Bangka Belitung Profesor Ibrahim menjadi salah satu nara sumber dari kegiatan ini juga mengucapkan terimakasih kepada BPIP RI telah menghadirkan semua kalangan masyarakat dalam kegiatan ini.
“Terimakasih BPIP RI sudah menghadirkan semua kalangan lintas masyarakat disini hingga mereka merasa ini isu yang menarik dan membuatnya tertarik untuk dipelajari lebih lanjut,” ujarnya.
Menurut Prof Ibrahim di kegiatan ini para peserta tidak hanya bicara urgensi pancasila, tapi kebangsaan karena bagaimana kita menjawab Pancasila agar hadir dalam keseharian kita.
Saat ini gairah masyarakat terhadap Pancasila harus dibangkitkan lagi karena selama ini maknanya mengalami pengapuran dan nilai-nilainya melemah, sehingga adanya kegiatan ini dapat merevitalisasi semangat berpikir terhadap Pancasila.
“Ini menjadi jalan tengah ditengah kompleksitas yang terus mengalami perubahan. Apalagi pilkada memecah belah kita dalam kutub kepentingan, namun semoga tidak merusak toleransi dan semangat kita bernegara,” tutup Ibrahim.*
