Pria yang santer disapa DW ini berujar, pengurus PMI tak harus diisi dari orang pemerintahan. Yang terpenting netral, profesional dan punya motivasi besar dalam berbuat sosial. Sesuai tupoksi dapat memenuhi kebutuhan kantong darah bagi pasien yang ada di Babar.

Sebagaimana hasil kunjungan kerja ke Bandung dan Bogor, PMI sangat aktif dan layak dicontoh. Misalnya Bandung yang memiliki pegawai mencapai 200 orang plus relawan lapangan. Bahkan orang-orang rela antre di gedung PMI untuk mendonorkan darahnya.

“Karena mereka setelah donor rupanya mendapatkan makanan bergizi, vitamin dan uang saku sebagai transportasi. Bahkan mereka bekerjasama dengan para stakeholder, perusahaan dalam melakukan donor darah. Kita minta PMI di sini juga melakukan itu,” ujarnya.

Baca Juga  Berpotensi Langgar Aturan, Jabatan Plt di Pemkab Babar Disorot Deddi Wijaya

“Bila perlu pegawai dan karyawan yang ada di perusahaan di Babar diwajibkan donor darah beberapa bulan sekali. Kami harap di kepemimpinan Pak Bupati Markus dan Pak Wabup Yus ini bisa menjadi skala prioritas dan serius mendorong PMI aktif dan berbuat maksimal,” jelasnya.

“Yang terpenting orang profesional ada di tubuh PMI. Bisa saja mantan-mantan pensiunan dari rumah sakit dijadikan kepengurusan PMI,” jelasnya.