Sementara itu, Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, menyambut baik inisiatif IPB tersebut.

Ia menilai, program ini menjadi peluang emas bagi masyarakat nelayan Bangka Tengah, khususnya Desa Batu Beriga, untuk memperoleh pengetahuan dan teknologi baru yang aplikatif.

“Kehadiran profesor-profesor ini adalah bentuk nyata bakti mereka melalui program Dosen Pulang Kampung. Meski bukan berasal dari Bangka Belitung, mereka memilih Bangka Tengah sebagai tempat mengabdi dan berbagi ilmu,” ujar Algafry.

Ia menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dalam mendukung produktivitas nelayan, seperti atraktor cumi yang telah diuji coba di Desa Kulur Ilir dan alat pendingin portabel inovasi tim IPB.

“Coolbox ini luar biasa, karena bisa menggantikan es batu. Menggunakan aki dan panel surya sebagai sumber energi, alat ini tahan hingga 10 jam. Biaya pembuatannya sekitar Rp7 juta hingga Rp8 juta dan bisa dimodifikasi sesuai kebutuhan nelayan,” jelasnya.

Baca Juga  Perbaiki Atap Rumah, Warga Kampung Jeruk Tewas Tersengat Listrik

Algafry juga menekankan manfaat echosounder yang dapat mendeteksi kawanan ikan di kedalaman laut, sehingga diharapkan nelayan serius mengikuti pelatihan ini.

“Saya berpesan, Bapak-Ibu harus sungguh-sungguh mengikuti. Kalau tidak paham, jangan ragu bertanya, agar program ini benar-benar bisa diterapkan,” tegasnya.