Menurutnya, artificial reef seperti coral garden berperan penting untuk merangsang habitat alami yang diharapkan menjadi modal utama untuk mempercepat laju rehabilitasi di ekosistem alam yang sudah rusak.

“Diharapkan nantinya ikan karang yang menempel di artificial menjadi sumber indukan yang nantinya berpindah ke ekosistem yang sudah rusak agar dapat membantu proses pemulihannya dan bisa mempercepat proses rehabilitasi laut,” ujar Dosen Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Bangka Belitung ini.

Salah satu nelayan di Penyusuk, Ramadan mengatakan mereka telah merasakan langsung manfaat coral garden yang ditenggelamkan PT Timah. Dirinya bisa melaut lebih dekat dan hasil tangkapannya semakin meningkat.

“Yang paling dirasakan itu kita tidak perlu jauh-jauh lagi melaut, karena coral garden ini ditenggelamkan hanya sekitar 1 mil dari laut. Ikan-ikannya juga banyak seperti kakap merah. Kita juga jadi menghemat biaya BBM,” ucapnya.

Baca Juga  Waspada Super Flu, PT Timah Bersama PT DAK Bekali Karyawan Edukasi dan Pemeriksaan Kesehatan

Sebagai salah satu pelaku wisata, Menurut Rama kehadiran coral garden juga bisa membantu dirinya untuk membawa wisatawan untuk menemukan spot-spot bagus saat snorkling.

“Saya biasanya juga bawa tamu ke Pulau dari Pantai Penyusuk ini, dengan ada spot coral garden kita jadi bisa menunjukkan ke wisatawan spot mana yang bagus untuk mereka snorkling, jadi bisa lihat ikan-ikan. Semoga nanti program ini bisa berlanjut sehingga semakin banyak titik coral gardennya,” harapnya.

Sementara itu, salah satu Investor Retail yang hadir dalam kegiatan penenggelaman coral garden Thomas Wiliam Simaradjo mengatakan kegiatan lingkungan yang dilaksanakan PT Timah merupakan salah satu bentuk komitmen perusahaan dalam melakukan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Baca Juga  Lindungi Aset Negara, PT Timah Tbk Tindak Tegas Pelaku Pencurian Bijih Timah di Tempilang

“PT Timah sangat baik dalam melakukan pengelolaan lingkungan melalui reklamasi. Kemarin kami diperlihatkan tentang lahan bekas tambang yang diolah menjadi taman yang indah. Saat teman-teman diving tadi kami juga ditunjukan bagaimana proses dan hasil reklamasi laut PT Timah. Jadi menurut saya PT Timah tidak hanya mementingkan bagaimana mencari keuntungan dari sisi operasional bisnis, tetapi juga sangat peduli terhadap lingkungan,” katanya

“Kalau misalkan banyak yang bilang penambangan timah merusam lingkungan itu mungkin kebanyakan yang ilegal. Tapi kalau yang legal terbukti PT Timah sangat peduli dengan keberlanjutan lingkungan,” sambungnya.

Departement Head Corporate Communication PT Timah, Anggi Siahaan mengatakan pengelolaan lingkungan yang dilaksanakan PT Timah tidak hanya berorientasi pada pelestarian lingkungan namun juga pemberdayaan masyarakat lokal.

Baca Juga  PT Timah Ajak Warga Tanjung Pakdan Hidup Sehat Lewat Senam Bersama

“Program pengelolaan lingkungan dilaksanakan secara berkelanjutan dan diintegrasikan dengan pemberdayaan masyarakat lokal. Coral garden diharapkan tidak hanya mempercepat rehabilitasi laut, tapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat pesisir dan juga mendukung wisata bahari,” ucap Anggi. (*)