Oleh: Hari Aprizal

Terima kasih, Asa
Telah mampir meski cuma sebentar
Teh manis hangat masih tersisa
Tahu goreng pun belum dingin benar

Denting piano tak sempat selesai
Tapi nadanya masih gentayangan di tirai
Petikan gitar yang sempat redup
Kini kembali merambat di sela senyap

Aku tahu, engkau lelah
Ditanya, dikejar, kadang diburu
Tapi ketahuilah, meski tak nyaring
Kehadiranmu cukup untuk membuat hati tak runtuh seluruhnya

Baca Juga  Entah Siapa yang Salah