Rekan korban kemudian kembali ke tepi pantai dan melaporkan kejadian tersebut kepada istri korban.

Mendengar berita tersebut, istri korban melaporkan kejadian tersebut ke Kansar Pangkalpinang untuk meminta bantuan SAR.

Menerima informasi tersebut, Kansar Pangkalpinang memberangkatkan 1 Tim Rescue Pos SAR Beltim menuju lokasi kejadian.

Setiba di lokasi Tim SAR Gabungan yang terdiri dari, Tim Rescue Pos SAR Beltim, BPBD Beltim, Polairud, Tni AL, keluarga korban beserta beberapa nelayan berusaha melakukan pencarian terhadap korban dengan menyisir menggunakan perahu karet dan perahu nelayan serta di dukung oleh drone thermal milik Basarnas dalam upaya untuk mendeteksi keberadaan korban di malam hari.

I Made Oka, Kakansar Pangkalpinang menjelaskan, “Kejadian tersebut terhitung cepat mengingat korban berangkat pukul 18.12 Wib dan dilaporkan terjatuh 1 jam kemudian. Kondisi cuaca yang berombak saat kejadian menjadi faktor korban hanyut dengan cepat.”

Baca Juga  Jaga Stabilitas Harga, Pemkab Beltim Akan Gelar Operasi Pasar Murah Bersubsidi

Menurut Oka, pihaknya menerima informasi ciri-ciri korban yang mengenakan pakaian hitam pendek dan celana putih.

“Semoga upaya pencarian korban dapat segera membuahkan hasil. Kami senantiasa mengimbau kepada masyarakat yang melakukan aktivitas di perairan untuk selalu mempersiapkan dan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) seperti pelampung/life jaket,” Jelas Oka.