Kisah Al Kahfi: Kepala SDN 4 Namang yang Nyambi Jualan Bakso Keliling
Bahkan, kata Kahfi, saking hobinya memasak saya juga nyambi jadi koki di sebuah warteg milik teman di Pangkalpinang.
Sambil mengobrol dan berdialog santai, penulis mendapatkan berbagai informasi tambahan tentang penjual bakso keliling yang satu ini.
Mungkin sebagian besar pembeli tidak tahu kalau tukang bakso yang ada di hadapannya adalah seorang kepala sekolah.
Namun, selain menjabat kepala sekolah banyak jabatan yang ia emban di berbagai organisasi. Di antara jabatan-jabatan itu adalah Ketua IGORNAS Kabupaten Bangka Tengah, Ketua MGMP PJOK SMP Kabupaten Bangka Tengah, Wakil Ketua KONI Kabupaten Bangka Tengah, Bidang Pembinaan Prestasi FORKI Provinsi Kepulaian Bangka Belitung, Pengurus KPOTI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dan juga seorang pelatih olah raga bela diri Karate.
Penulis bayangkan betapa padat aktivitas penjual bakso ini dan pastinya sangat menguras tenaga serta pikiran.
Tidak semua orang bisa mejalani dan membagi waktu dengan sederet kegiatan yang begitu banyak.
“Jalani saja mas, keikhlasan pasti berbuah berkah,” kata Kahfi sambil melayani beberapa pembeli yang mengantre.
Tanpa terasa hampir 2 jam wawancara tak sengaja itu berlangsung. Hari sudah petang. pukul 17.40 Wib.
Sang kepala sekolah berkemas membereskan perangkat dagangannya.
Mie ayam dan bakso sudah ludes dilahap para pembeli sore itu.
Penulis mendapat bonus mie ayam bakso gratis dari pak Kepsek.
Sambil bersiap untuk pulang, Kahfi berpesan, “Hidup ini jangan dipenuhi gengsi, banyak pintu rezeki yang Tuhan berikan, tinggal bagaimana manusia menjemputnya. Jangan hanya bergantung pada satu jalan, semangat dan terus berusaha.”
Tukang Bakso keliling menyalakan sepeda motor vega biru dengan gerobak bakso bertengger di bagian belakang bertuliskan Bakso Miie Ayam 10.000
Ia berlalu meninggalkan Stadion Depati Amir menuju rumahnya. Segudang aktivitas lain yang sudah menanti.
Sungguh sisi kehidupan yang begitu menginspirasi.
