Menebar Pendekar dan Srikandi Literasi ke Seluruh Penjuru Negeri Junjung Behaoh
Ada nama Pamong budaya Dwikki Dhaswara. Ada Tokoh pendidikan Iswanto dan Hendrawan . Ada Tri Prasetyo. Ada Eko Noveriadi , birokrat Dinas Perpustakaan dan Kearsipan yang selama ini menjadi tulang punggung kesekretariatan PD GPMB Bangka Selatan.
Selain itu, ada penulis buku Bangka Selatan Toni Pratama, Ahmad Gusairi, Agustian Deny Ardiansyah, Husna, Galih, Kulul dan Rudiyanto serta tenaga pendidik asal Payung Indra Pirmana. Dan tentunya Ketua PWI Basel, Dedy Irawan yang dikenal sebagai pelahir penulis-penulis muda Bangka Selatan.
Kehadiran para tokoh literasi Bangka Selatan dalam wadah PD GPMB ini diharapkan bulan hanya mampu meningkatkan kualitas baca, namun menaikan tingkat kegemaran membaca masyarakat.
Mengutip pernyataan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Bangka Selatan Sumadi ditengah banyaknya buku yang dilahirkan penulis daerah ini, tingkat kegemaran membaca masyarakat mestinya meningkat.
“Kadang, tingkat kegemaran membaca kita tidak inheren dengan jumlah buku yang ada di daerah ini. Tiap bulan buku lahir dari daerah ini. Di perpustakaan daerah ribuan buku tersedia. Demikian pula dengan Taman Bacaan Masyarakat yang mulai menjamur,” ungkapnya.
Terlepas apapun yang dialami dunia literasi Bangka Selatan, upaya untuk menggalakkan budaya membaca harus menjadi perhatian serius semua pihak. Tak terkecuali Pemerintah Daerah untuk menjadikan membaca sebagai gaya hidup.
Dan tentunya menjadi cita-cita bersama para pegiat literasi daerah ini menjadikan Negeri Junjung Behaoh sebagai kawasan literasi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Jumlah buku yang dilahirkan para penulis dari daerah ini hampir setiap bulan diluncurkan dengan berbagai genre dari beragam penulis mulai jenjang pelajar hingga para pegiat literasi.
Cita-cita menjadikan Bangka Selatan sebagai Kabupaten Literasi bukan impian di siang bolong. Denyut jiwa para penulis menyatakan impian itu tinggal menunggu hari sebagaimana ketika daerah ini dianugerahi Mendikdasmen sebagai Kabupaten Pelestari Bahasa Daerah.
Ayo kita Membaca!
