“Setiap dari kita memiliki peran penting dalam menciptakan budaya sekolah yang sehat, di mana semua siswa merasa diterima dan dihargai,” ujar Filda Indarti.

Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah Toboali, Supiandi, M.Pd., menyambut baik inisiatif ini. “Kami sangat mendukung program ini karena sejalan dengan visi sekolah kami untuk menciptakan lingkungan yang aman dan positif,” katanya.

“Dengan adanya agen perubahan perlindungan anak dan edukasi dari PUSPA, kami yakin dapat mengurangi kasus bullying dan membentuk karakter siswa yang lebih peduli dan berempati.”

Beberapa strategi pencegahan bullying yang dibahas dalam sosialisasi ini meliputi:

1. Edukasi mengenai dampak buruk bullying.
2. ⁠Membangun rasa empati dan kesadaran sosial.
3. ⁠Pengawasan yang lebih ketat di lingkungan sekolah.
4. ⁠Penguatan aturan dan sanksi tegas bagi pelaku.
5. ⁠Dukungan psikologis bagi korban.

Baca Juga  32 Sepeda Motor Terjaring Operasi Patuh Menumbing Polres Basel

Ia juga mengajak seluruh siswa agar tidak takut melaporkan setiap kejadian bullying, sehingga sekolah menjadi tempat yang aman untuk berkembang dan berprestasi.

Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi PUSPA Bangka Selatan dengan Majelis Hukum dan HAM Aisyiyah Bangka Selatan serta PWA (Pimpinan Wilayah Aisyiyah) Babel dalam memastikan program perlindungan anak berjalan efektif dan berkelanjutan. Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan dapat tercipta lingkungan yang kondusif bagi anak-anak di Bangka Selatan.