Algafry mengatakan, hukuman itu sebenarnya bukan sanski, melainkan pedoman bagi ASN untuk mencintai NKRI perlu pengorbanan.

“Saya tau, Minggu itu waktu libur, tapi semuanya harus cinta tanah air,” tuturnya.

Ia menambahkan, bagi pejabat di lingkungan kecamatan dan desa diminta untuk menggelar upacara di tempat yang telah disepakati. Sikap disiplin dan kepatuhan ASN terhadap kegiatan kenegaraan mencerminkan profesionalisme birokrasi.

“Momentum ini menjadi tolok ukur loyalitas dan integritas aparatur terhadap negara dan masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga  THR Cair, Bupati dan Wabup Bateng Ajak ASN Borong Takjil