Hingga rakyat harus megap-megap
Mencari kerja, mencari perlindungan, mencari bantuan, apakah hanya sebuah harap?
Di mana ada keadilan untuk rakyat yang memakai celana pun sudah kedodoran

Selamat ulang tahun negaraku
Di delapan puluh usiamu
Berharap kau tetap mengayomi rakyat yang makin putus asa
Di antara berbagai pungutan dan aturan

Pinggan telah retak
Bejana telah terbelah
Teratak telah redup tiada cahaya
Tetapi negaraku, kau masih Indonesia jua

Fajar Indah, malam 17 Agustus 2025

Baca Juga  Perempuan dan Pilihan Sunyi