Untuk mencapai Indonesia Emas Tahun 2045 serta untuk mencetak generasi-generasi penerus bangsa yang unggul, maka perlu didukung oleh para pendidik yang memiliki kemerdekaan dalam hal untuk mendukung proses transfer ilmu kepada para peserta didik. Menurut hemat penulis, kemerdekaan bagi seorang pendidik antara lain adalah sebagai berikut:

  • Merdeka dalam memperoleh dukungan orang tua wali murid dan masyarakat

Dewasa kini, beberapa para pendidik di Indonesia cenderung kurang memperoleh dukungan dari orang tua wali murid dan masyarakat.

Hal ini disebabkan oleh beberapa hal misalnya kurang terjalinnya komunikasi dengan baik antara para pendidik dengan orang tua wali murid dan masyarakat, kasus-kasus yang terjadi pada satuan pendidikan seperti pembulian, intoleransi, kekerasan seksual, kesibukan dan ketidakpedulian orang tua wali murid dan masyarakat dan lain sebagainya.

Baca Juga  Upaya Mengembangkan Pola Pikir Growth Mindset bagi Seorang Pendidik

Dukungan orang tua wali murid dan masyarakat merupakan hal strategis dalam mensukseskan pendidikan. Komunikasi yang intens serta dukungan dari orang tua wali murid dan masyarakat merupakan salah satu kemerdekaan bagi seorang pendidik dalam mencetak generasi penerus bangsa yang unggul

  • Merdeka dalam memperoleh perlindungan hukum

Beberapa kasus diskriminasi terhadap seorang pendidik masih sering terjadi. Contoh kasus yang masih sering terjadi misalnya ketika ada seorang pendidik yang dilaporkan ke polisi oleh oknum orang tua wali murid akibat tidak terima anaknya ditegur atau dikenakan hukuman, seorang pendidik yang dibentak bahkan dimaki-maki oleh oknum orang tua wali murid atau LSM dan lain sebagainya.

Hal demikian menurut penulis dapat merendahkan harkat dan martabat sebagai seorang pendidik serta hendaknya dapat dihindari dengan cara memberikan perlindungan hukum yang baik kepada para pendidik baik melalui PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia), PGI (Persatuan Guru Indonesia) dan lain sebagainya

  • Merdeka dalam memperoleh fasilitas dan kesejahteraan
Baca Juga  Merawat Kedamaian Bangsa

Mutu pendidikan di Indonesia belum sepenuhnya merata. Satuan pendidikan yang berada di pelosok tanah air bahkan tidak memiliki fasilitas yang memadai, kesejahteraan pendidik juga masih jauh dari kata layak. Kedepan hendaknya stakeholder dalam dunia pendidikan dapat bergotong royong dalam mewujudkan mutu dan fasilitas yang merata dan berkeadilan serta memperhatikan kesejahteraan para pendidik di seluruh tanah air Indonesia

  • Merdeka dalam mengimplementasikan berbagai model pembelajaran

Pendidik di Indonesia cenderung masih menggunakan model pembelajaran tradisional dan belum mengimplementasikan model pembelajaran yang sesuai dengan situasi dan kondisi perkembangan zaman saat ini. Oleh kerena itu, hendaknya para pendidik dapat senantiasa mengembangkan diri baik melalui pelatihan-pelatihan, workshop, bimtek dan lain sebagainya

  • Merdeka dalam mengimplementasikan Teknologi, Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam proses pembalajaran
Baca Juga  Tumbuhkan Kesalihan Lingkungan dengan War Takjil tanpa Sampah

Arus perkembangan globalisasi dan perkembangan Teknologi, Informasi dan Komunikasi (TIK) mempengaruhi paradigma pendidikan di Indonesia. Para pendidik diharapkan mampu mengoperasikan Teknologi, Informasi dan Komunikasi (TIK) ke dalam sebuah proses pembelajaran.

Kendala yang kemudian muncul adalah minimnya pengetahuan pendidik, terutama para pendidik yang senior untuk mengoperasikan teknologi pembelajaran yang telah berkembang pesat seperti saat ini. Oleh karena itu, para pendidik harus senantiasa menjadi pendidik sepanjang hayat yang harus senantiasa mengembangkan  kompetensinya dan mengupgrade diri.