Gelar Doa Lintas Agama di Tugu Nol Kilometer, Unu: Pangkalpinang Kota Sejuk dan Damai
“Semoga kita semua bisa mewujudkan seluruh harapan dan cita-cita masyarakat pemerintah dan seluruh stakeholder yang ada di Kota Pangkalpinang,” ujarnya.
Dalam sambutannya jug Kasatgaswil Kepulauan Bangka Belitung Densus 88 Anti Teror Polri, AKBP Maslikan mengatakan kegiatan doa lintas agama adalah sebuah tradisi luhur yang mencerminkan jiwa bangsa yang penuh toleransi dan keberagaman.
Tanah Bangka Belitung dikenal sebagai Bumi Serumpun Sebalai, mengajarkan kita bahwa hidup berdampingan dalam perbedaan. Adat istiadat dan nilai budaya melayu menjadi simpul yang mengikat tali persaudaraan.
“Mari kita warisi semangat para pejuang kemerdekaan dengan cara menjaga harmonisasi, memperkuat kebudayaan dan membangun Indonesia yang damai,” katanya di Pangkalpinang, Minggu.
Ia mengatakan Densus 88 At Polri mengapresiasi atas terselenggaranya acara doa lintas agama ini, bukan hanya simbol keberagaman tapi juga wujud nyata persatuan dalam perbedaan yang menjadi kekuatan utama bangsa kita.
“Kami Densus 88 AT Polri percaya bahwa upaya melawan radikalisme dan terorisme tidak bisa hanya dilakukan oleh aparat keamanan, tapi harus menjadi gerakan bersama seluru elemen bangsa melalui penguatan seni budaya dan toleransi,” ujarnya.
Nilai nilai leluhur bangsa dan kekohan semangat gotong royong, karena Indonesia yang kita cintai akan terus maju dan berdaulat hanya jika kita bersatu dalam keberagaman.
“Ketika budaya hidup dan tumbuh di tengah masyarakat, kekerasan dan ideologi sangat sulit menemukan tempat. Kita bisa membendung masuknya paham ideologi kekerasan yang ingin mengubah ideologi negara sehingga mengancam keutuhan NKRI,” tutup AKBP Maslikan.*
