Kegiatan berlangsung bersamaan dengan puncak acara Rebokasan, tradisi adat desa yang dilaksanakan setiap tahun sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil laut dan kelimpahan alam.

Kehadiran spot swafoto bertujuan memeriahkan suasana sekaligus menjadi sarana promosi wisata. Selain itu, mahasiswa ingin mengedukasi masyarakat dan wisatawan tentang pentingnya menjaga kebersihan pantai serta melestarikan lingkungan.

Spot swafoto dibangun menggunakan bahan ramah lingkungan, memanfaatkan kreativitas mahasiswa untuk menciptakan desain yang estetik namun tetap selaras dengan alam sekitar. Pengunjung dapat berfoto sembari menikmati keindahan pantai, tanpa mengganggu ekosistem setempat.

Tradisi Rebokasan tahun ini bukan hanya menjadi ajang silaturahmi dan pelestarian budaya, tetapi juga momentum memperkenalkan potensi wisata desa ke khalayak lebih luas. Diharapkan, inovasi seperti ini dapat terus dilanjutkan setiap tahun, sehingga Rebokasan tidak hanya hidup di hati warga, tetapi juga menjadi agenda yang dinanti wisatawan lokal maupun mancanegara

Baca Juga  Selain di Cupat, Kebakaran Juga Hanguskan Ruko di Teluklimau