Aditya Kenzo: Dari Barat Pulau Bangka Menuju Istana Negara

Penulis: Belva

Hujan deras mengguyur halaman Istana Negara Jakarta, Sabtu (16/8/2025) siang. Langkah-langkah tegap para pasukan pengibar bendera pusaka tetap terdengar berirama, berpadu dengan suara air hujan yang jatuh membasahi bumi.

Di tengah barisan itu, berdiri tegap seorang putra daerah dari ujung barat Pulau Bangka: Muhammad Aditya Kenzo Nugraha Alfaiz.

Kenzo bersama siswi asal Kabupaten Belitung, Fitri Atiqah Mahya terpilih sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional.

Kenzo merupakan siswa Madrasah Aliyah Terpadu (MAT) Bina Insan Cendikia Mentok, menjadi salah satu bagian dari pasukan pengibar Sang Saka Merah Putih di tingkat nasional.

Baca Juga  Kreatif dan Meriah, Bupati Sukirman Apresiasi Lomba Gerak Jalan PHBN di Bangka Barat
Kenzo saat bertemu ibunya usai pengukuhan sebagai anggota Paskibraka Nasional. (Foto istimewa)

Sebuah tugas mulia yang tidak hanya menguji fisik dan mental, tetapi juga menjadi simbol kebanggaan Bangka Belitung di mata seluruh Indonesia. Hari itu, Kenzo bersama 75 paskibraka lainnya masih melaksanakan gladi kotor.

Nama Kenzo kini harum di seluruh Bangka Barat. Namun, pencapaian itu tidak datang begitu saja. Dari ribuan pelajar di Indonesia, ia harus melalui seleksi ketat, mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga akhirnya dipercaya mewakili Kepulauan Bangka Belitung di panggung tertinggi, Paskibraka Nasional 2025.

Di balik keberhasilannya, ada kisah panjang tentang disiplin, doa, serta pengorbanan. Latihan keras yang menguras tenaga, keteraturan yang harus dijaga setiap hari, hingga ujian mental untuk tetap teguh berdiri meski tubuh lelah dan hujan deras mengguyur. Semua itu membentuk Kenzo menjadi sosok yang layak berdiri di garis depan mengibarkan bendera pusaka.

Baca Juga  Pos SAR Mentok Imbau Masyarakat Tingkatkan Kesadaran Keselamatan Saat Beraktivitas di Laut