“Saat memasuki bulan Safar ini (dipercaya) bala atau musibah itu turun, terutama yang berkaitan dengan aktivitas melaut. Maka dari itu digelar tradisi Rebo Kasan yang maknanya untuk menolak bala itu,” kata Muhammad Muhidin.

Muhammad Muhidin menambahkan, bala atau musibah yang akan datang menurut kepercayaan warga setempat berupa musibah yang menimpa aktivitas warga di laut.

Sementara itu, Bupati Bangka Barat, Markus mengatakan, tradisi rebo kasan merupakan aset budaya Bangka Barat yang harus tetap dilestarikan.

“Pemerintah daerah mendukung kegiatan ini dengan memasukkannya sebagai objek pemajuan Kebudayaan di Bangka Barat, kepada masyarakat Desa Air Nyatoh yang telah melaksanakan kegiatan ini dapat memberikan ruang kepariwisataan serta dapat menunjang sektor lainnya,” ujarnya.

Baca Juga  PT Timah Tbk Kembali Bagikan Ratusan Paket Sembako ke Warga Bangka Barat