Panen Kedua di 2025, Petani Namang Ajak Masyarakat Beli Beras Lokal, Tanpa Oplosan
“Alhamdulillah, masyarakat tetap mempertahankan kearifan lokal nenek moyang yaitu beras cerak yang identik dengan beras merah, cuma bahasa melayu mengkanau beras cerak ada beberapa macam, di antaranya beras mayang, anak madu dan lain sebagainya,” tuturnya.
Zaiwan mengatakan, luasan yang dipanen baru sekitar 10 hektar dan diperkirakan hasil panen meningkat 20 persen dari panen pertama di tahun 2025.
“Kami lihat hasil buah dan tangkai padinya gemuk-gemuk, padat berisi, insyaAllah lebih banyak dari panen di bulan April dan Mei kemarin, kelihatannya meningkat sekitar 20 persen dari panen pertama tahun 2025 kemarin,” ujarnya.
Ia mengajak masyarakat Bangka Belitung, khususnya Bangka Tengah dan Pangkalpinang untuk membeli beras asli Desa Namang yang dijamin tanpa oplosan.
“Kepada masyarakat Bangka Belitung, khususnya Kabupaten Bangka Tengah dan Kota Pangkalpinang yang ingin beli beras baru, beras cerak dan putih, datanglah ke Desa Namang, tanpa pengawet, tanpa oplosan, asli beras Namang,” imbuhnya.
