Di layar depan papan tulis, saat permainan dimulai, pertanyaan pertama telah muncul.

“Zat hijau daun disebut
…”

Beberapa berlari ke depan untuk megang laptop, menggerakkan game untuk menjawab pertanyaan dan

” Klorofil …” teriak Dinda lebih cepat dari kelompok lain.

Pertanyaan demi pertanyaan bergulir. Ada yang salah karena terburu-buru, ada juga yang benar karena kompak berdiskusi.

“Ayo, ayo,” ujar Pak Robi Pibra, S.Pd. dengan penuh semangat, menyemangati para siswanya itu yang sedang bermain menjawab soal.

Tawa teriakan demi teriakan seketika pecah penuh kebahagiaan, di ruangan laboratorium biologi mereka saling menyemangati, saling membantu mengingat materi, dan belajar sambil tertawa bersama. Bahkan siswa yang biasanya pendiam, seperti Bagas, Febiola, Desti, Tania, kali ini berani maju menjawab. Saat ia berhasil menebak benar, kelas langsung bertepuk tangan riuh.

Baca Juga  Lebaran, Bu Dokter

Pak Robi hanya tersenyum bahagia. “Nah, inilah yang Bapak harapkan. Belajar biologi itu tidak harus tegang. Dengan Wordwall, kalian bisa bermain sambil mengingat materi.” Kata Pak Robi

“Iya, Pak, kalo seperti ini terus, kami semakin semangat belajarnya, Pak, jadinya kami enggak jenuh jika diselang seling permenitnya untuk belajar dan bermain game,” ujar salah satu siswa bernama Sinta Bela.

Ketika permainan berakhir, kelompok Sasta, Mulia, Apriansyah, keluar sebagai juara. Mereka tertawa puas sambil mengangkat tangan, seakan memenangkan pertandingan besar.

Siang itu, laboratorium biologi bukan lagi tempat penuh buku tebal dan bau formalin, melainkan ruang kebersamaan, penuh tawa, motivasi, dan semangat. Di balik layar proyektor yang menampilkan Wordwall, mereka menyadari satu hal: belajar bisa menyenangkan jika dilakukan bersama-sama. Dan mungkin, di masa depan, kenangan inilah yang akan mereka ingat, tawa dan kebersamaan di lab biologi kelas XII¹, bersama sang guru yang selalu punya cara membuat biologi jadi cerita indah.

Baca Juga  Aku pun Masih Belajar

Blitang, 19 Agustus 2025