“Angka DBD memang meningkat, itu berbarengan dengan kita yang memperkuat skrining DBD. Harapan kita, dengan ditemukannya lebih banyak kasus, maka kita bisa melakukan pencegahan secara seksama,” tutur Zaitun.

Menurut Zaitun, melalui pelaksanaan skrining yang lebih menyeluruh itu diharapkan bisa menekan angka kematian akibat dari penyakit yang disebarkan oleh infeksi virus Dengue tersebut.

“Jadi tahun ini pemeriksaan memang lebih intens. Kami kemarin ada kegiatan juga bersama dokter spesialis penyakit dalam, terkait tata laksana DBD,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dengan proses skrining yang lebih baik itu akan membuat proses penanganan dari pasien DBD itu lebih cepat.

“Skrining ini kan lebih banyak, kemudian terdeteksi lebih awal membuat penanganan lebih cepat, karena biasanya angka kematian DBD itu kan karena terlambat melakukan penanganan,” tandasnya.

Baca Juga  Terdampak Layanan Publik, Pemkab Bateng Minta Kajian Mendalam soal WFH ASN