“Melalui kegiatan ini kami ingin menunjukkan bahwa literasi bukan sekadar menambah pengetahuan, melainkan juga melatih imajinasi, menumbuhkan empati, dan membangun kecintaan terhadap budaya bangsa,” tuturnya.

Eva menuturkan, kegiatan lapak buku merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap tumbuhnya budaya literasi di Bangka Tengah.

Komunitas Pena Muda bertekad kegiatan lapak buku bisa terus berlanjut, agar masyarakat Bangka Tengah semakin dekat dengan buku dan menjadikan literasi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

“Dengan semangat sukarela, kami menghadirkan bacaan berkualitas di ruang terbuka publik, agar anak-anak maupun masyarakat bisa lebih dekat dengan buku,” kata Endang, salah satu relawan literasi dan penggagas kegiatan tersebut.

Tujuan sederhana, namun mulia mereka adalah menghadirkan literasi sebagai bagian dari keseharian. Buku tidak lagi sekadar benda yang disimpan di rak, tetapi hadir di tengah masyarakat, bisa disentuh, dibaca, dan dinikmati siapa saja.

Baca Juga  8 Perwira Polres Bateng Berganti, AKP Adi Putra Jabat Kabag Ops

“Melalui lapak buku, relawan ingin menumbuhkan kebiasaan membaca sejak dini, sekaligus menanamkan bahwa literasi adalah fondasi penting dalam membangun karakter dan peradaban,” kata Endang lagi.

Lebih dari sekadar membaca, kegiatan ini juga memperkuat ikatan sosial. Anak-anak, remaja, hingga orang tua duduk berbaur, berbagi cerita dan pengalaman.

Di sela kegiatan, tampak wajah-wajah ceria anak-anak yang menemukan kesenangan baru dalam membaca, sekaligus orang tua yang merasa terbantu dengan adanya ruang edukasi alternatif yang menyenangkan.