Toko perempuan berusia 41 tahun itu berada di kawasan Pal 4, Kampung Daya Baru, Desa Belolaut, Kecamatan Mentok. Saat itu, Minggu (24/8/2025) sekira jam 18.30 Wib, tiba-tiba ada seorang perempuan yang mendatangi tokonya untuk belanja berbagai barang.

“Dia awalnya bilang mau beli pertalite 50 ribu. Terus saya isi, lalu dia nanya ada air mineral atau tidak. Ada saya bilang, terus kata dia mau beli mineral 2 dus, gula 3 kilo, telor 35 butir dan beras timbang 3 kilo. Jadi saya hendak menimbang beras itu,” katanya.

Kala itu, pelaku menuju mobil yang dia bawa sembari mengatakan ingin pergi sebentar dan akan segera kembali. Beruntung Jamisa cepat mengejarnya sebelum pelaku masuk ke mobil. Saat itu, korban meminta pelaku bayar uang bensin yang telah diisi sebelumnya.

Baca Juga  Dinpapertan Bangka Gelar Bimtek Sistem Integrasi Sapi Kelapa Sawit, Ini Tujuannya

Pelaku sempat berkilah dan meminta korban menunggu sebentar. Akan tetapi korban bersikeras meminta uang bensin tersebut. Karena itu, pelaku menjawab kalau dompetnya tertinggal. Pelaku pun meninggalkan 1 unit ponsel ke korban sebagai jaminannya.

“Tak lama kemudian pelaku datang lagi ke toko dan memberikan uang Rp50 ribu ke saya. Dia tidak turun dari mobil, hanya membuka kaca sedikit, lalu pergi dari toko saya. Sementara barang lain yang dipesan tidak diambilnya seperti gula, telor dan mineral,” jelasnya.

Sementara korban lainnya, warga Kota Mentok mengalami hal serupa. Insiden itu diperkirakan terjadi pada 8 Agustus 2025 kemarin. Saat itu, Jannah sedang berada di tokonya. Wanita berusia 53 tahun itu tiba-tiba didatangi seorang perempuan yang hendak membeli air.

Baca Juga  Kompetisi Open Tournament Sepak Bola Belolaut Resmi Ditutup, Tuan Rumah Rebut Juara

“Sore waktu itu kejadiannya, dia datang mau beli air mineral 4 dus. Dia waktu itu naik motor Beat warna pink. Lalu dia beli gandum 8 bungkus, tisu 4, minyak 4 bungkus dan terakhir nanya amplop. Karena amplop sudah dipakai, saya bilang itu tidak dijual,” ungkap Jannah.

“Gak enak kan amplop sudah dipakai di situ saya jual. Kemudian dia bilang mau tukar uang 300 ribu, untuk apa saya bilang, untuk kami bagi-bagi kata dia. Terus saya tanya mana uangnya, dijawab nanti pada saat bayar semua total barang yang dipesan,” bebernya.

Tidak lama kemudian, pelaku mengaku hendak membeli amplop ke toko lain di daerah tersebut. Korban yang awalnya percaya mempersilahkan pelaku pergi. Namun perasaan kurang baik korban ternyata benar. Pelaku ternyata tidak kunjung kembali ke toko milik korban.

Baca Juga  Raih Predikat Kabupaten Madya, Sejumlah Desa di Baber Diganjar Insentif dari Kemenkeu

“Jadi barang-barang yang dipesan oleh pelaku tidak diambil lagi, dia sudah kabur membawa uang 300 ribu tadi. Saya tidak kenal dengan dia, dia sendiri datang. Tidak menyangka bakal jadi korban modus penipuan seperti ini,” jelas Jannah kepada wartawan.