Sementara itu, Ema (47 tahun), pedagang asal Kelurahan Simpang Perlang, Kabupaten Bangka Tengah mengaku bersyukur dengan adanya kegiatan pawai karnaval di Bangka Tengah, karena perekonomian tahun ini dirasa sangat menurun, imbas dari kasus timah yang terjadi.

“Alhamdulillah, jualan hari ini ramai sejak pagi. Semoga Bangka Tengah terus banyak event, biar kita dapat rejekinya terus,” ujar Ema, pedagang Empek-empek dan es teh.

Pedagang lainnya, Umar (30) mengaku dalam sehari bisa menjual ribuan tusuk sempol, jika ada event-event besar.

“Kalau ada event seperti ini, dagangan sempol saya lebih cepat habis, biasanya bisa 800 hingga 1000 tusuk lebih. Pendapatan pun ikut bertambah. Ini rezeki kami para pedagang,” ucapnya.

Baca Juga  Momentum Hardiknas, PT Timah Tbk Bantu Biaya Kuliah Rispa dan Yayang

“Satu tusuk sempol harganya Rp1.000, jadi dalam sehari bisa dapat Rp800 ribu hingga Rp1 juta,” sambungnya.

Ia berharap event serupa lebih sering dilaksanakan. Sehingga, roda ekonomi kembali berputar. Sebab, selama pandemi, mereka cukup kesulitan menjual dagangannya ke masyarakat.

“Kalau dibandingkan tahun kemarin, omzet kali ini lebih turun, semoga makin pulih, dagangan semakin laris, Bangka Tengah semakin maju,” harapnya.