Partisipasi masyarakat tidak sekadar angka statistik, tetapi juga mencerminkan kualitas demokrasi yang terbangun di daerah karena partisipasi pemilih merupakan legitimasi hasil pemilu serta berpengaruh pada tingkat kepercayaan publik terhadap proses demokrasi itu sendiri.

“Ini harus menjadi catatan penting untuk kita semua agar proses demokrasi dapat lebih baik kedepan,” kata Osykar.

Osykar juga menegaskan, Bawaslu mendorong semua pihak untuk bersama-sama meningkatkan kesadaran politik masyarakat.

“Pemilu adalah momentum warga negara untuk menentukan arah pembangunan daerahnya. Satu suara memiliki arti besar dalam menentukan masa depan, sehingga partisipasi setiap orang sangatlah penting,” jelasnya.

Selain itu, Bawaslu juga berkomitmen untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap faktor-faktor yang memengaruhi tingkat partisipasi pemilih. Mulai dari aspek teknis penyelenggaraan, aksesibilitas pemilih ke TPS, hingga peran aktif peserta pemilu dalam mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya.

Baca Juga  767 Perkara Ditangani oleh Polresta Pangkalpinang Sepanjang 2025, Pencurian Mendominasi

“Partisipasi yang kuat adalah fondasi dari demokrasi yang bermartabat, jadi edukasi politik dan sosialisasi kepada masyarakat harus terus diperkuat. Harapannya, pada pemilu berikutnya tingkat partisipasi bisa meningkat, dan demokrasi di Bangka Belitung semakin berkualitas,” tutup Osykar.*