Oleh karena itu hilirisasi pangan seperti kakao memiliki potensi besar karena tidak hanya memberikan nilai tambah secara ekonomi, tetapi mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat ketahanan pangan nasional.

Dan penduduk Bangka Belitung yang mayoritasnya adalah petani, maka ketika kita bersama fokus pada hilirisasi pangan, yakinlah hal ini akan menyejahterakan masyarakat secara luas.

“Cokelat adalah produk pangan yang sangat potensial karena disukai oleh semua kalangan dan memiliki banyak manfaat, termasuk untuk kesehatan mental,” ujarnya.

Reniati juga mengapresiasi inovasi yang dilakukan oleh Merinda Haris dalam mengembangkan cokelat artisan lokal yang tidak hanya rendah gula (low sugar), tetapi juga menggunakan gula kabung sebagai bahan pemanis alami.

Baca Juga  ASN Pemprov Babel Bagikan 6.000 Telur untuk Keluarga Berisiko Stunting di Peringatan Harganas 2024

“Ini tidak hanya memberikan manfaat kesehatan, tetapi juga menciptakan efek berganda atau multiplier effect terhadap produk lokal lainnya seperti gula kabung dan potensi produk turunan seperti cokelat bubuk,” ujarnya.

Menurut Reniati produk cokelat artisan dari Bangka Belitung bisa menjadi salah satu produk unggulan daerah. Jika ini terus dikembangkan, kita optimis cokelat dari Bangka bisa bersaing di tingkat nasional.

“Sesuatu yang kecil bukan berarti tidak penting. Hal kecil bisa memberi dampak besar jika dikelola dengan serius,” tutupnya.*