Dalam pelatihan ini UBB menghadirkan Merinda Haris, Ketua Komunitas Kovertur Bangka (KOKOA) sekaligus pemilik industri cokelat lokal Cokelat CandU, sebagai narasumber utama yang berbagi wawasan dan pengalaman tentang strategi pemasaran digital yang efektif untuk pelaku UMKM dan petani kakao serta pentingnya pengembangan industri cokelat lokal berbasis komunitas.

Setelah sesi pelatihan, UBB menyerahkan bantuan berupa satu unit mesin pengolahan cokelat kepada Cokelat CandU, industri cokelat artisan pertama dan satu-satunya di Bangka Belitung yang juga menjadi mitra UBB.

“Bantuan bibit dan pupuk yang diberikan UBB merupakan stimulus awal,’kata Reniati.

Ia juga meyakinkan bahwa kedepan pemerintah berencana menyalurkan puluhan ribu bibit kakao kepada para petani sebagai bagian dari dukungan terhadap pengembangan komoditas kakao.

Baca Juga  Kapolri Rotasi 4 PJU Polda Babel, AKBP Ade Zamrah Jadi Kapolres Babar

“Kami berharap bantuan ini bisa memotivasi petani untuk mulai menanam kakao. Ini langkah awal dari upaya besar membangun rantai nilai industri kakao di Bangka Belitung,” tutupnya.*