Fenomena Sosial Politik saat Ini dan Filosofi Menjabat Belajar dari China
Fenomena Sosial Politik saat Ini dan Filosofi “Menjabat” Belajar dari China
Oleh: Sobirin Malian — Dosen Fakultas Hukum Universitas Ahmad Dahlan
Fenomena sosial politik kita akhir-akhir ini benar-benar memprihatinkan. Gaji dan fasilitas anggota DPR yang fantastis, diiringi pernyataan Sahroni, Nafa Urbach yang menantang rakyat dan lain-lain telah membuat masyarakat gerah dan muak.
Beberapa fenomena itu telah menjadi bola liar memicu rakyat memprotes keras turun ke jalan__dengan melakukan demo bergelombang besar. Terakhir (Kamis, 28 Agustus 2025) seorang OJOL, Affan Kurniawan gugur karena dilindas mobil Barracuda polisi saat demo berlangsung.
Fenomena demonstrasi akhir-akhir ini sebenarnya adalah akumulasi dan masih dalam rangkaian ketidakpuasan rakyat atas paradoksnya para pejabat tatkala mengemban amanah dari rakyat. Anggota DPR yang dalam pandangan rakyat tidak berpihak pada mereka “enak-enakan” menerima kenaikan gaji dan fasilitas yang sangat fantastis berbanding terbalik dengan gaji UMR atau gaji guru.
Demikian juga para pejabat negara lain, seperti menteri, gubernur, wali kota, bupati, dan DPRD semuanya hidup bermewah tanpa memperhatikan nasib rakyat yang kesulitan hidup, dibebani harus membayar pajak macam-macam dan beban hidup lain.
Atas dasar fenomena itu, penulis penting rasanya mengingatkan kembali para pejabat itu agar tetaplah amanah dan memperhatikan nasib rakyat. Mereka jangan ditinggalkan begitu saja.
Belajar ke Negeri Tiongkok
Kita perlu merefleksi diri kembali dengan belajar dari filosofi tokoh-tokoh Tiongkok (China di masa lalu), diantaranya filosof Liu An.
Liu An adalah seorang pangeran dan filsuf Tiongkok yang hidup pada abad ke-2 SM, di masa Dinasti Han Barat. Ia dikenal sebagai penulis buku “Huainanzi”, sebuah karya filosofis yang membahas tentang berbagai topik, termasuk kosmologi, politik, dan etika.
Liu An juga dikenal sebagai seorang yang memiliki peran penting dalam pengembangan Taoisme dan filsafat Tiongkok lainnya. Ia dianggap sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah filsafat Tiongkok dan telah memberikan kontribusi yang signifikan pada perkembangan pemikiran Tiongkok.
“Huainanzi” adalah karya yang sangat penting dalam sejarah filsafat Tiongkok dan masih dipelajari hingga hari ini. Buku ini membahas tentang berbagai topik, termasuk kosmologi, politik, etika, dan filsafat alam. Liu An juga dikenal sebagai seorang yang memiliki pandangan yang luas dan mendalam tentang alam semesta dan kehidupan manusia.
Dalam sejarah Tiongkok, Liu An juga dikenal sebagai seorang yang memiliki peran penting dalam politik dan pemerintahan. Ia adalah seorang pangeran yang memiliki kekuasaan dan pengaruh yang signifikan pada masa itu. Namun, ia juga dikenal sebagai seorang yang memiliki komitmen pada filsafat dan kebijaksanaan, dan telah memberikan kontribusi yang signifikan pada perkembangan pemikiran Tiongkok.
Di antara filosofis yang diajarkan oleh Liu An adalah tiga (3) hal berbahayanya orang yang duduk dalam pemerintahan. Filosofi Pertama, orang yang tidak memiliki akhlak tetapi mendapat banyak pernghargaan.
