Ustadz Abdussalam Al Ghozali, M.Pd, selaku pimpinan Ponpes Qur’an Cahaya dalam sambutannya berharap majelis seperti ini dapat terus dihidupkan. “Kami ingin sima’an menjadi kegiatan rutin pondok, agar para santri senantiasa dilimpahi keberkahan Al-Qur’an,” tuturnya.

Sementara itu, Ustadz Baharudin dari JQH NU Bangka Selatan menegaskan dalam tausiyahnya bahwa kemuliaan hidup ada bersama Al-Qur’an. “Membaca, menghafal, menyimak, mengulang, hingga mengamalkan Al-Qur’an adalah jalan terbaik. Jangan pernah jenuh untuk berinteraksi dengannya,” pesannya kepada hadirin.

Majelis ditutup dengan doa bersama yang diikuti penuh kekhusyukan. Kegiatan ini diharapkan menjadi penguat tradisi Qur’ani di Bangka Selatan serta motivasi bagi generasi muda untuk terus mencintai dan menjaga Al-Qur’an.

Baca Juga  Bawaslu Basel Ingatkan Peserta Pemilu Bermain Sportif Jelang Masa Kampanye