Dibuka Gratis, 15 Peserta Ikut Latihan Pangkas Rambut di Drey Hair Cut
“Kemudian segmen di kepala keluarga hemat, kelas menengah atas dan pria dewasa. Itu semua punya karakteristik dan kebutuhannya masing-masing. Ini juga akan kita ajarkan kepada para peserta. Agar mereka mau arah mana kalau mau buka bisnis ini,” katanya.
Dia mengatakan, pelatihan ini baru kali pertama digelar. Tujuannya agar pasca mengikuti pelatihan ini, peserta dapat membuka bisnis pangkas rambut sendiri. Kurang lebih bisa dikatakan, ini untuk membuka lapangan pekerjaan baru untuk masyarakat di wilayah ini.
“Harapan kita juga dapat mengurangi angka pengangguran di daerah kita ini. Tidak takut (tersaingi) kalau ada yang nanti buka bisnis ini di Mentok. Karena rezeki sudah ada yang atur, terpenting bagaimana kita terus menjaga kualitas agar orang pangkas ke sini,” ujar dia.
“Kemudian kenyamanannya juga tentu harus kita berikan. Jadi jangan takut untuk bersaing, justru saya senang jika ada yang buka pangkas setelah ikut pelatihan kita. Apalagi daerah pelosok, yang mungkin orang harus jauh-jauh ke kota untuk pangkas rambut,” katanya.
Oleh karena itu, ia mengapresiasi atas bantuan dan dukungan yang diberikan oleh para sponsor. Berkat dukungan itu, kegiatan ini bisa dilaksanakan dirinya dan tim D’rey Hair Cut. Ya paling tidak, latihan ini bisa berjalan lancar sampai selesai dengan keterbatasan yang ada.
“Karena bantuan para sponsor kita bisa alat-alat. Jadi masing-masing peserta bisa pegang alat, tidak menghambat proses pelatihan. Bisa digelar secara serentak. Kalau alat cuma 1, peserta 15, mungkin membutuhkan waktu yang cukup lama pastinya,” ungkap Pitra.
“Sekali lagi saya ucapkan terima kasih atas bantuan dari para sponsor. Mulai dari Pak Wabup, Yus Derahman, Pak Sekda, Muhammad Soleh. Anggota DPRD, Pak Cipto, Pak Abang Fadhilah. Pak Abimanyu Kepala Bakuda. Bang Riwan, Ak Wiwit, Eja Keday Sehat, Dori,” ujarnya.
