Selang infusnya lepas. Ayi terkejut dan berusaha memanggil perawat jaga.

Namun kata Ayi, perawatnya tidak ada. Ia pun menekan bel panggilan berulang kali.

Tetap juga tidak ada perawat yang datang.

Hingga pukul 05.00 Wib pagi, sang anak akhirnya meninggal dunia.

Ayi mengaku tidak terima atas tidak ada pelayanan perawat RSBT.

Dalam penggalan video yang diterima Timelines.id, tampak Ayi berteriak marah dengan tim medis RBST.

“Anak saya tidak dipedulikan semalam di sini. Anak saya tidak dipedulikan sama perawat di sini. Saya pencet 100 kali bel panggilan. Tidak siapa pun yang mempedulikannya. Mereka tidur,” teriak Ayi sambil menangis.

“Apa guna pencetan itu. Saya mau ketemu pimpinan rumah sakit ini. Itu bayi mengapa tidak dipedulikan,” tambahnya.

Baca Juga  Begini Tanggapan RSBT Pangkalpinang terkait Meninggalnya Bocah 11 Bulan

“Saya tidak tidur dari semalam, saya tidak terima, saya tidak terima,” teriak Ayi.

Terpisah, Humas RSBT Pangkalpinang Derry mengatakan pihaknya saat ini sedang mengumpulkan data akan segera mengirimkan kronologi klarifikasi atau hak jawab kepada Timelines.id.