Deddi dan Abang Fadhillah Besuk Korban Dugaan Perkelahian di RSUD Babar
“Karena ini ya menjadi tanggungjawab dinas pendidikan. Harus ambil langkah yang tepat dari pihak sekolah dan juga lebih meningkatkan pengawasannya di lingkungan dan jam sekolah. Ke depan jangan lagi ada alasan kami tidak tahu karena ini jam istirahat,” ungkapnya.
“Atau siswa-siswa duel di luar dinding pagar sekolah. Tadi saya dan Bapak Deddi Wijaya sudah menyarankan setiap sudut sekolah atau titik-titik yang rawan untuk dipasang CCTV agar bisa melakukan pengawasan siswa dan siswi dari jarak jauh,” bebernya.
Lebih lanjut dengan cara ini diharapkan ketika ada potensi yang tidak baik bisa segera turun ke titik tersebut. Ia sangat menyayangkan hal ini bisa terjadi. Penanaman akhlak dan moral siswa perlu lebih ditingkatkan dalam keseharian di sekolah yang ada di Babar.
“Kami belum bisa nyatakan ini bullying atau hanya duel atau perkelahian dua siswa. Karena hasil kami turun ke sekolah dan menemui orang tua korban masing-masing masih memberikan keterangan yang berbeda,” ujarnya.
Sebab, untuk membuktikan peristiwa ini dan menyatakan kesimpulannya apa bukan ranah legislatif. Terlebih, perkara ini juga sudah dilaporkan salah satu orang tua siswa ke Polres Babar. Tentu sebagai wakil rakyat, pihaknya di sini hanya untuk mencari tahu kejadiannya.
“Dan evaluasi langkah-langkah pihak sekolah saat dan setelah kejadian. Tadi kami ingatkan juga seharusnya anak itu cepat dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan. Kemudian pembinaan dinas ke sekolah-sekolah juga menjadi perhatian prioritas kami, masa dinas hanya mengetahui dari orang-orang setelah keesokan harinya,” jelasnya.
