Bank Indonesia Dorong Optimalisasi Wakaf Digital untuk Kesejahteraan Masyarakat
Sementara, dalam sambutannya, Plt. Asisten 1 Sekretaris Daerah Kabupateb Bangka Barat Sidarta Gautama menyampaikan amanat dari Bupati Kabupaten Bangka Barat bahwa wakaf tidak selalu harus berupa tanah, bangunan, atau aset besar lainnya, melainkan juga dapat diwujudkan dalam bentuk sosial dan produktif, seperti wakaf sumur air ini.
Ia juga menekankan bahwa pembangunan sumur wakaf sangat tepat dengan kondisi geografis Bangka Barat ini kalau kemarau terlampau panjang akan mengalami kekeringan, sedangkan kalau penghujan kelamaan sering banjir.
‘Karena itu, keberadaan sumur wakaf ini bukan hanya solusi praktis bagi sekolah, tetapi juga bentuk ikhtiar bersama dalam menghadapi kondisi alam,” ujarnya.
Sidarta turut menyampaikan apresiasi atas sinergi antara Bank Indonesia dan para mitra strategis, serta berharap kerja sama ini terus berlanjut demi membangun Kabupaten Bangka Barat yang lebih baik.
Sementara itu, Rumah Wakaf selaku nazhir dan implementator menjelaskan bahwa pembangunan dimulai awal Juli lalu dan dalam waktu sepuluh hari berhasil digali sumur dengan kedalaman 32 meter serta debit air 400 liter per jam.
Air bersih kemudian ditampung dalam toren air berkapasitas 1000 liter lengkap dengan pompa, sehingga kini dapat memenuhi kebutuhan 306 siswa dan guru, sekaligus masyarakat sekitar.
“Hari ini kita tidak hanya meresmikan sebuah sumur, tetapi melangitkan harapan agar kebaikan dari setiap tetes air menjadi pahala jariyah bagi semua wakif hingga akhirat kelak. Terima kasih kepada Bank Indonesia Perwakilan Bangka Belitung, BWI, Kementerian Agama, Pemerintah Daerah, dan para wakif yang telah mendukung terwujudnya program ini,” kata Yesi M. Indira, Head of Communication & Impact Rumah Wakaf.
Program ini menunjukkan bahwa wakaf bukan hanya ibadah bernilai spiritual, tetapi juga instrumen sosial yang mampu menjawab tantangan nyata di tengah masyarakat.
Semoga inisiatif ini menjadi pemantik lahirnya lebih banyak gerakan wakaf produktif di Bangka Belitung, sehingga manfaatnya terus meluas dan menghadirkan kesejahteraan yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat,” tutupnya.**
