Batu itu, aku letakkan kembali pada posisi semula.

Jaraknya dari sepeda motor ke tempat itu tak begitu jauh.

Namun harus melewati bebatuan granit yang cukup licin.

Aku pun bergegas berlalu meninggalkan lokasi itu, dengan rasa sedikit merinding.

***

Di sebuah warung kopi, aku menceritakan perihal yang aku alami kepada Izuar.

Ia berada satu meja pada sudut warung kopi daerah Teladan Baru.

Izuar tersenyum mendengar ceritaku.

Ia menuturkan pengalaman yang sama namun batu yang Izuar ambil tempo hari lenyap.

Ternyata, batu yang aku temukan adalah batu yang sama ditemukan Izuar.

Bukan lagi rahasia batu yang ada di antara Laut Kubu dan Gunung Namak.

Baca Juga  WhatsApp

Siapa saja yang mengambil dan membawa pulang batu batu itu, akan mendapatkan mimpi untuk mengembalikannya ke tempat semula.

Orang-orang menyebutnya batu anak antu.

Wallahualam bissawaf…