Ngulon Menulis
Terpenting, penulis bisa memberikan manfaat bagi peradaban. Memberikan energi bagi kehidupan masa depan manusia. Menyebarkan kesadaran baru karena ditulis dari jiwa manusia sebagai penulisnya.
Penulis bisa memberikan warna tersendiri bagi umat manusia melalui tulisannya. Menyebarkan kesadaran baru melalui rangkaian narasi dan kata yang indah untuk rohani kehidupan manusia karena ditulis dari dalam jiwa manusia sebagai penulis.
Menulis dengan niat ibadah membuat kita telah membuka keran ilmu dari Sang Maha Sumber Ilmu yang takkan pernah habis. Menulis adalah ibadah spesial. Ia adalah ibadah jariah yang terus-menerus mengalir pahalanya bagi sang penulis selama tulisannya didasari niat karena Allah dan bermanfaat bagi generasi setelahnya.
Menulis bermula dari jiwa sang penulisnya sehingga memiliki kekuatan yang kuat. Memiliki makna yang hakiki karena ditulis dari hati sang penulisnya.
Menulis adalah kekayaan batin dan kekuatan yang tertanam dalam jiwa.
Tak heran seperti di ungkapkan Anais Nin, ide-ide menulis biasanya muncul bukan di meja tulis tetapi di tengah-tengah kehidupan.
Mengutip Pramoedya, tulislah apa yang hendak engkau tulis. Semua harus ditulis, apa pun. Jangan takut tidak dibaca atau tidak diterima penerbit. Yang penting, tulis, tulis, dan tulis. Suatu saat pasti berguna.
Pada sisi lain tidak ada tulisan yang tidak bagus. Tulisan yang tidak bagus adalah tulisan yang tidak pernah ditulis dan tidak pernah ada.
“Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari ”
(Pramoedya Ananta Toer)
