Selain itu, nganggung yang sudah menjadi tradisi turun temurun di Tuatunu, diungkapkan Prof Udin, membuktikan kuatnya rasa persaudaraan, dan solidaritas sosial antar sesama. Hal ini diharapkannya dapat terus terjaga dan dikenalkan kepada generasi muda.

“Tuatunu sudah lekat sebagai daerah yang islami, dan menjadikan nilai-nilai keagamaan sebagai identitas diri. Semoga tradisi ini terus terjaga hingga ke anak-cucu kita,” ujarnya.

Sementara itu, Cece Dessy-sapaan akrab Dessy yang turut hadir di acara itu, juga memberikan tanggapannya. Ia menegaskan jika kirab nganggung hari ini harus terlestarikan, dan patut mendapatkan perhatian, serta dukungan penuh dari Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang.

“Alhamdulillah acara ini mendapatkan support penuh dari dinas pariwisata, dan saya pastikan di kepemimpinan kami bersama Prof Udin akan mendukung penuh kegiatan seperti ini, yang memang sudah menjadi salah satu misi kami,” pungkasnya.*

Baca Juga  30 Anggota DPRD Kota Pangkalpinang Dilaporkan ke Bawaslu