Desa Tebing: Wajah Baru Menggali Potensi Agrowisata Sawah
Akan tetapi kondisi sekarang Sawah Tebing masih belum mendapatkan perhatian lebih terutama dari masyarakat Bangka Belitung yang terkenal dengan mata pencarian timah dan potensi mata pencarian petani sawah di Bumi Serumpun Sebalai sangat sedikit.
Oleh karena itu mahasiswa PMM (Pengabdian Masyarakat Oleh Mahasiswa) Desa Tebing Unmuh Babel hadir untuk menggali lebih potensi Agrowisata Sawah Tebing.
Sebanyak 21 mahasiswa dibimbing oleh 3 Dosen Lapangan Muhammadiyah unggulan, dipilih untuk berkolaborasi dengan masyarakat dan stakholder Desa,
Kegiatan ini untuk memajukan sawah tebing dengan berbagai programnya. Melalui Program Kemendiksaintek Berdampak yang memfasilitasi mahasiswa, Kegiatan ini berupaya untuk memajukan dan membantu segala masalah di desa.
Output yang akan diberikan sangatlah banyak untuk memperdayakan masyarakat, tujuannya agar siklus kepariwisataan di Desa Tebing bisa tetap dilestarikan walaupun Kegiatan PMM sudah selesai.
Evan Dwi Okta Ketua Kegiatan Mahasiswa PMM Desa Tebing Unmuh Babel menyebut, agrowisata sawah tebing di Desa Tebing memiliki potensi besar untuk dikembangkan dan memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal melalui peningkatan UMKM dan pariwisata. Kunci keberhasilan terletak pada kerja sama yang solid antara pihak desa dan pengelola, serta kemampuan untuk menarik investasi dan mengadakan event yang menarik wisatawan.
Dukungan masyarakat, pemerintah desa, dan stakeholder desa sangat penting untuk menjalin hubungan kerja sama untuk memajukan potensi sawah tebing.
Tentang hal tersebut menurut Resvi Mariska, Mahasiswa PMM Desa Tebing, kerja sama antara berbagai pihak, termasuk dinas pariwisata, stakeholder desa, pemerintah, dan akademisi, sangat krusial dan penting untuk mengembangkan agrowisata Sawah Tebing di Bangka Belitung.
Pengembangan ini tidak hanya meningkatkan minat kunjungan, tetapi juga membuka peluang diversifikasi mata pencaharian dan menunjukkan potensi pertanian di daerah tersebut.
