“Sepatutnya kita bersyukur atas segala nikmat yang diberikan, sehingga Kota Mentok terus berkembang hingga kini. Usia ini menunjukkan perjalanan sejarah yang penuh warna dan makna,” ucapnya.

Yus Derahman menjelaskan, Mentok sebagai kota tua memiliki sejarah penting, termasuk pernah menjadi tempat pengasingan Bung Karno. Kota ini juga dikenal sebagai pelabuhan utama di Pulau Bangka dengan komoditas unggulan timah dan lada putih, serta warisan seni dan budaya yang khas.

Selain itu, sejak bergabung dalam Jaringan Kota Pusaka Indonesia, Mentok semakin dikenal dengan perpaduan arsitektur kolonial, pecinan Tionghoa, dan Melayu yang menjadikannya kota sejarah bernilai tinggi di kancah nasional maupun internasional.

Peringatan HUT ke-291 Kota Mentok mengangkat tema “Jaya Bersama, Makmur Bersama”. Menurut Yus, tema ini memiliki makna mendalam agar seluruh elemen masyarakat bersatu membangun kota demi kesejahteraan bersama.

Baca Juga  DPRD Babar Sampaikan Rekomendasi terhadap LHP BPK

“Saya mengajak seluruh masyarakat menumbuhkan rasa kekeluargaan, membangkitkan nilai kebersamaan, serta mempererat tali persaudaraan untuk membangun Mentok. Dengan semangat itu, saya yakin Kota Mentok akan menjadi daerah yang berkeadilan, tangguh, dan sejahtera,” tuturnya.

Yus Derahman menekankan bahwa kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat adalah tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, dibutuhkan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh elemen dalam pembangunan.

Ia juga mengingatkan pentingnya inovasi dan terobosan baru yang sesuai dengan karakteristik daerah untuk menjawab tantangan zaman.

“Masih banyak hal yang perlu kita perbaiki. Namun dengan semangat kebersamaan, segala keterbatasan bisa kita hadapi. Semoga peringatan HUT ke-291 ini menjadi momentum refleksi, agar Mentok terus maju dan masyarakatnya semakin sejahtera,” katanya.

Baca Juga  Kenzo Kini Telah Berada di Cibubur, Siap Jalani Latihan Paskibraka Nasional