“Kemudian, harus ada suku cadang yang sesuai dengan standar, jangan sampai nelayan kesulitan untuk pemeliharaan dan memakan waktu, kalau dari Lubuk Besar harus ke Pangkalpinang juga akan memakan biaya dan terlalu jauh,” ujarnya.

Maka dari itu, pihaknya mendorong kerjasama pelatihan kepada masyarakat yang memiliki bakat dan skill dalam hal mekanik.

“Nanti dibantu oleh dealer untuk suku cadang dan dijamin pemeliharaannya, kemudian nelayan ini ketika mencari nafkah ke laut ternyata tidak sesuai SOP, tidak menggunakan alat keselamatan, seperti pelampung,” tuturnya.

“Ini harus diselesaikan, jika berada dalam kondisi darurat, mestinya ada edukasi dari OPD dan Ketua Kelompok,” tambahnya.

Dikatakan Batianus, biasanya dalam kondisi darurat, nelayan bisa menggunakan jerigen sebagai alat menyelamatkan diri jika terjadi kecelakaan di laut.

Baca Juga  Polres Bangka Tengah Panen 700 Kilogram Jagung Manis

“Tetapi, kita harapkan sesuai SOP, memiliki baju pelampung, sehingga keselamatan nelayan terjamin,” imbuhnya.