Sedangkan, untuk materi yang diberikan meliputi bagaimana ijab kabul, persiapan sebelum nikah, syarat-syarat nikah, rencana ke depan dalam berumahtangga.

“Intinya kita berikan materi tentang konsep berumahtangga, juga ada dari Dinas KB dan Puskesmas,” tuturnya.

Ia berharap, para calon pengantin agar bisa menerapkan materi yang sudah dipelajari.

“Semoga bisa membentuk keluarga yang Sakinah, Mawaddah, dan Warahmah, selain itu kita berharap program ini bisa mengecilkan angka perceraian,” ujarnya.

Sementara itu, Penyuluh KB Kecamatan Koba, Siti menekankan komunikasi dan kesabaran adalah kunci utama dalam pernikahan.

“Komunikasinya harus terbuka, jangan berekpetasi tinggi terhadap pasangan dan harus sama-sama belajar, karena pitensi konflik pasti ada,” imbuhnya.

Baca Juga  Peringati Hari Amal Bakti Kemenag ke-80, KUA Koba Gelar Sunat Massal Gratis