Mengapa pemerintah dan investor lebih memilih jalur berbahaya dengan risiko nuklir, padahal dunia tengah beralih ke energi hijau?

Ketiga, klaim bahwa “nuklir ini untuk kebaikan” tidak dapat diterima tanpa mempertimbangkan potensi dampak jangka panjang.

Risiko kecelakaan, kebocoran radiasi, hingga limbah nuklir yang sulit dikelola selama ribuan tahun adalah ancaman nyata bagi keselamatan masyarakat dan ekosistem Bangka Belitung.

Kami tidak ingin daerah ini menjadi “kelinci percobaan” proyek energi berbahaya.

Keempat, pernyataan bahwa “belum ada penolakan dari masyarakat” adalah bentuk pengabaian suara publik.

Kami menegaskan bahwa penolakan ini nyata dan mulai tumbuh di tengah masyarakat sipil, mahasiswa, dan aktivis lingkungan yang peduli pada masa depan Bangka Belitung khususnya Bangka tengah.

Baca Juga  Pulau Gelasa: Potensi Ekonomi Baru Berbasis Wisata dan Konservasi Dunia

“Jangan sampai aspirasi rakyat dibungkam dengan alasan formalitas administrative,” ujar Ferian

Ia menambahkan, sebagai mahasiswa Bangka Belitung berdiri bersama masyarakat, pembangunan PLTN bukan jalan keluar, melainkan ancaman bagi generasi sekarang dan yang akan datang.