Pangkalan Nakal di Beltim Jual Gas Melon di Atas HET, Forkopimda Cek Lapangan
Salah seorang warga, Armawati (31) mengaku kondisi ini sudah berlangsung sejak sebulan lalu. Padahal, ibu rumah tangga ini hanya menggunakan dua tabung gas tiga kiloan setiap bulannya.
“Terpaksa antre pak. Kita kalau ada barangnya, walau harga Rp20.000 atau Rp25.000, masih bisa kita beli, ini pun barangnya susah didapat,” ungkap Ema sapaan Armawati.
Warga Desa Baru ini berharap Pemkab Beltim dan Tim penegak hukum akan mencarikan solusi untuk mengatasi kelangkaan gas bersubsidi. Masyarakat juga meminta agar pendistribusian dapat dilakukan dengan mekanisme yang baik sehingga hanya yang berhak dapat memperoleh gas melon.
“Kita dak banyak mintanya, gas ini kalau bisa selalu ada, baik di pangkalan atau di toko. Tolong la kami, bantu carikan solusinya, mau masak saja susah,” ujar Ima.
Peninjauan kemudian dilanjutkan ke Pangkalan Hardana Herpambudi Desa Baru. Di tempat ini Bupati dan Tim mencoba mengkonfirmasi terkait laporan warga. @2!
