Kondisi ini membuat DPRD Babel tidak akan tinggal diam. Pihaknya akan mendatangi Kementerian ESDM untuk membahas wilayah operasional baru tersebut bagi PT Timah. Sebab, eks PT Koba Tin masih sangat kaya akan kandungan biji timah dibandingkan Batu Beriga dan IUP PT Timah lainnya.

Kawasan itu layak dijadikan lahan baru karena selain potensial, juga bukan wilayah rawan konflik horizontal dengan masyarakat nelayan. Ia bilang, DPRD Babel tidak akan menghalangi dan terus mendukung eksistensi PT Timah sebagai perusahaan negara di daerah ini.

“Karena PT Timah sebagai kebanggan Babel. Karena kami punya pengalaman trauma pak ketika PT Koba Tin tutup, berapa banyak korban di PHK. Banyak anak yang tidak bisa kuliah akibat tidak mampunya sistem perusahaan,” kata Didit.

Baca Juga  Masjid Al Hidayah Tegal Rejo Kembali Terima Bantuan dari PT Timah

“Di sisi lain kami juga tidak mau PT Timah dibenturkan dengan nelayan. Ini impact nya tidak baik. Sejalan dengan itu, kami akan segera ke ESDM untuk membantu masalah harga timah. Karena domainnya ada di ESDM, kita akan kawal harga ini naik,” kata Didit.

Menurut Didit, antara produksi, harga dan pembayaran kompensasi di PT Timah memiliki keterikatan satu sama lain. Ketika harga timah naik, PT Timah akan mendapatkan banyak biji timah. Setelah itu pembayaran tidak akan lagi telan waktu lama seperti sebelumnya.