“Nggak ada itu, buktinya kemarin kami bahas tidak ada bicara pengunduran diri. Nggak tahu, silakan tanyakan ke pihak yang menyampaikan karena Bupati bertemu kemarin tidak ada pembicaraan itu. Mereka maunya ada perbaikan untuk menunjang kinerja mereka di rumah sakit,” jelasnya.

Dilansir, puluhan personel gabungan dari unsur kepolisian dan Satpol PP Kabupaten Bangka Barat (Babar) mengamankan pertemuan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang melakukan audensi dengan Bupati Markus, Jumat (12/9/2025).

Belum diketahui apa yang di bahas pada pertemuan di OR I Setda Bangka Barat tersebut, lantaran rapat berlangsung tertutup dan dijaga ketat. Staf Bupati Babar, Stefanus tak banyak bicara saat dikonfirmasi wartawan. Ia bilang, audiensi dilakukan tertutup.

Baca Juga  Jalankan Konsep Meritokrasi, Rudianto Tjen Bangga dengan Bupati Bangka Barat

“Audiensinya tertutup, pak Bupati mintanya tertutup,” kata Stefanus, kepada sejumlah awak media yang di lapangan.

Sementara itu, Koordinator Lapangan Gerakan PNS untuk Keadilan, Fadli Kusuma menyampaikan, audensi mereka tersebut terkait kebijakan Markus yang akan melakukan pemotongan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).

Kata Fadli, mereka ingin beraudiensi menyampaikan penolakan terhadap pemotongan TPP ASN dengan skala 40-65 persen.

“Pemotongan ini kan hampir dan lebih dari setengah TPP. Hal ini sangat menyentuh perekonomian ASN. Lalu kenapa ASN yang harus jadi tumbal seperti ini,” katanya.