Dari Salimah untuk Desa Rias: Cahaya Literasi di Dusun Sido Makmur

Oleh: Yanto, M.Pd., Gr. — Guru SMPN 3 Toboali/Penggiat Literasi

Di tengah gemerlap kemajuan teknologi dan informasi yang kian pesat, peran literasi sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia seringkali terlupakan. Namun, di Dusun Sido Makmur, Desa Rias, secercah harapan muncul melalui inisiatif mulia dari PD Salimah Kabupaten Bangka Selatan.

Peresmian Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Salimah di dusun ini bukan sekadar peresmian sebuah bangunan fisik, melainkan sebuah deklarasi komitmen untuk menyalakan kembali obor literasi di tengah masyarakat.

Sebagai seorang pendidik, saya melihat TBM Salimah ini sebagai sebuah oase di padang pasir. Di era digital ini, minat baca seringkali tergerus oleh gempuran media sosial dan hiburan instan.

Baca Juga  Rajab dan Persiapan Ruhani Menuju Ramadan

Kehadiran TBM Salimah memberikan alternatif yang sehat dan konstruktif bagi masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja, untuk mengisi waktu luang mereka dengan kegiatan yang bermanfaat. Buku-buku yang tersedia di TBM ini adalah jendela dunia yang membuka wawasan, menumbuhkan imajinasi, dan merangsang kreativitas.

Lebih dari sekadar tempat membaca, TBM Salimah juga dapat berfungsi sebagai pusat kegiatan komunitas. Di sini, masyarakat dapat berkumpul, berdiskusi, berbagi pengetahuan, dan mengembangkan keterampilan.

TBM ini dapat menjadi wadah untuk berbagai kegiatan positif seperti pelatihan menulis, kelas bahasa, diskusi buku, dan kegiatan seni budaya. Dengan demikian, TBM Salimah tidak hanya meningkatkan minat baca, tetapi juga mempererat tali silaturahmi dan memperkuat kohesi sosial di masyarakat.

Baca Juga  Pendekatan Membangun di Tengah Perbedaan Pandangan