PLTN Gelasa: Janji Energi Bersih atau Ancaman Tersembunyi?
Transisi energi tidak boleh menjadikan masyarakat sebagai korban. Kami dengan tegas menolak narasi energi bersih yang dijadikan tameng untuk membenarkan risiko besar ini.
Energi surya, angin, dan biomassa jauh lebih aman, lebih partisipatif, dan lebih sesuai dengan kebutuhan rakyat. Alih-alih memaksakan proyek berbahaya, pemerintah seharusnya memilih jalur transisi energi yang tidak mempertaruhkan nyawa warganya.
Parahnya, hingga kini transparansi dan sosialisasi hampir tidak ada. Klaim pejabat daerah bahwa “tidak ada penolakan dari masyarakat” adalah klaim yang menyesatkan. Diamnya masyarakat bukan tanda setuju, melainkan bukti bahwa informasi dibatasi dan partisipasi dibungkam. Demokrasi sejati menuntut keterlibatan rakyat, bukan manipulasi opini publik.
“Kami menolak PLTN di Gelasa dengan tegas. Kami bukan anti-energi baru, tetapi kami menolak dijadikan eksperimen berbahaya. Kami menolak rakyat Bangka Belitung dijadikan korban atas nama ambisi energi,” tegas Danil Eko Saputra dalam siaran pers yang diterima Timelines.id, Senin (15/9/2025).
Transisi menuju energi masa depan harus tegas berpihak pada keselamatan rakyat, tegas menjaga kelestarian lingkungan, dan tegas membuka ruang partisipasi. Jangan biarkan Bangka Belitung dijadikan kelinci percobaan energi nuklir.
