Terpisah, Anggota Komisi 3 DPRD Babel, Yogi Maulana menyebut salah satu cara untuk membantu meningkat hasil produksi PT Timah adalah dengan cara menaikkan harga beli biji timah.

“Kalau Pak Dirut bisa menaikkan harga timah, tidak perlu ada wastam, wasprod dan sebagainya. Harga timah tinggi, masyarakat penambang akan datang sendiri ke PT Timah untuk menjualnya,” kata Yogi.

Ia menyebut hasil produksi biji timah di perairan Sebagin itu mencapai 20 ton per minggu. Namun faktanya, yang masuk ke PT Timah mungkin tidak sampai 15 ton.

Sementara, Anggota DPRD, Rina Tarol menyinggung praktik pengiriman timah ilegal dari Pulau Belitung ke Bangka sangat marak.

Praktik kotor ini tentu sangat merugikan PT Timah sebagai pemilik IUP.

Baca Juga  Komentar Warganet Terhadap Pemadaman Aliran Listrik di Pulau Bangka

“Tentu dengan keberadaan Satgas Timah, praktik kebocoran di IUP termasuk pengiriman timah ilegal dari Belitung ke Bangka dapat dihapuskan,” kata Rina.