“Sudah lama itu jalan, sejak bulan Juli 2025 lalu,” katanya.

Seperti diketahui, saat ini PT Timah melalui Satgas Nanggala sedang melakukan penertiban di wilayah IUP-nya.

Penertiban aktivitas penambangan timah ini bertujuan untuk meminimalisir kebocoran yang terjadi di wilayah IUP PT Timah.

Bahkan dikabarkan, kebocoran biji timah di Bangka Belitung mencapai 100 ton per minggu.